Hijrah, Sikap Meninggalkan Keburukan
Okezone

Banyak hikmah yang dapat diperoleh dari hijrahnya para Nabi dan Rasulullah, karena nabi telah membawa kebaikan dan berkah yang sangat banyak terhadap kemanusiaan. Hijrah nabi tersebut dapat menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang lebih terang benderang.

Umar bin Khattab RA juga pernah mendengar langsung perkataan dari Rasulullah tentang hijrah. Berikut hadisnya, "Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya." (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut Al-Zubair bin Bakkar, hadis tersebut diriwayatkan saat Rasulullah dan sahabatnya baru tiba di Kota Madinah. Saat itu, ada seorang sahabat yang ikut hijrah tapi dengan tujuan hanya ingin melamar seorang wanita yang juga ikut hijrah. Karena itu, orang yang hijrah harus mempunyai tujuan yang jelas dan disadari oleh motivasi dan keikhlasan hati, sehingga bisa menjadi orang-orang yang beriman.

Allah SWT berfirman dalam Alquran,"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS al-Baqarah [2]:218)

Ahzami Samiun Jazuli dalam bukunya, Hijrah dalam Pandangan Alquran berkesimpulan mengenai pengertian hijrah, bahwa tidak ada perbedaan mendasar dari para pendapat ulama mengenai makna hijrah secara syar'i. Kata dia, perbedaan yang ada hanya dari segi lafaz dan penyajian definisi saja.

Menurutnya, makna umum hijrah yang dikenal secara syar'i adalah kepergian seorang Mukmin dari negeri yang penuh fitnah dengan kekhawatiran akan keselamatan agamanya menuju tempat yang dapat melindungi keberlangsungan agamanya.

Berdasarkan definisi tersebut, jika ada umat Islam yang berpindah dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera atau berhijrah dari tempat lain, di mana Umat Islam hidup rukun dan damai dengan umat lainnya, maka tidak dapat dikatakan sebagai hijrah.

Rasululullah SAW bersabda, " Sungguh aku telah diberi tahu tentang negeri untuk berhijran kalian, dialah Yastrib. Siapa saja yang ingin berhijrah! Berhijrahlah ke sana."

Dengan demikian, sebagai umat Islam sudah sepatutnya meneladani sikap Nabi Muhammad SAW dalam meninggalkan berbagai keburukan, sehingga setiap Umat Islam dapat membawa kebaikan bagi dirinya, agamanya, dan juga bangsanya.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan