Hijrah dan Makna Mendalamnya
Catatan Hijrah

Istilah hijrah selama ini melekat pada fenomena seseorang yang baru mengenal atau memperhatikan Islam setelah sebelumnya kurang memperhatikannya. Mereka yang berhijrah biasanya tampil dalam atribut kesalehan lahiriah seperti berjilbab atau memelihara jenggot. Hijrah semakin dikenal setelah banyak dari kalangan selebriti, profesional, bahkan masyarakat awam ingin kembali pada kehidupan Islami.


Ustadz Ihsan Abdul Aziz menjelaskan dua makna hijrah yang sangat dalam. Yang pertama adalah


hijrah hissi


, atau berpindah tempat, yaitu berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam atau berpindah dari negeri yang banyak fitnah ke negeri yang tidak banyak fitnah. Ini adalah hijrah yang disyari’atkan.


Selain itu, ada juga hijrah maknawi (dengan hati), yaitu berpindah dari maksiat dan segala apa yang Allah larang menuju ketaatan.


“Hijrah maknawi yang saat ini Alhamdulillah semakin banyak dilakukan oleh umat Islam. maka pertama kali yang dilakukan sebelum berhijrah adalah membenarkan niatnya, tulus lillah, tulus karena Allah,” ungkap Ustadz Ihsan.


Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S At Tahrim ayat 8:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا


‘Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).’ (QS. At Tahrim: 8)


“Jadi sebenarnya hijrah bukan hanya sekadar menutup Aurat saja, tapi lebih dari itu yaitu dia meninggalkan kemaksiatan kepada Allah, dan merealisasikan tujuan hidupnya yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Wallahu a'lam,” tutup Ustadz Ihsan.


Sahabat Ummah, siapkah untuk hijrah?

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan